Pages

Senin, 27 Oktober 2014

IKRAR PEMUDA INDONESIA



Sumpah Pemuda

Tanggal 28 Oktober  1928 adalah tanggal kebanggaan para pemuda Indonesia. Karena pada tanggal itu tepatnya di Batavia yang sekarang dikenal dengan sebutan Jakarta, diikrarkan sebuah sumpah yang dapat menyatukan semua hati yang ada di Indonesia. Pengikraran dengan semangat ’45 yang sangat berkobar. Semangat pemuda yang benar-benar mengubah semangat rakyat Indonesia saat itu. Semangat yang harus kita (pemuda saat  ini) contoh untuk menjadikan Indonesia kita lebih maju lagi. Jika hanya melipat tangan diatas meja tanpa melakukan apapun, hal itu takan menghasilkan apa-apa. Ingat Pemuda adalah harapan Bangsa. Karena pemimpin-pemimpin negara saat ini akan kita gantikan nantinya.  Mari kita baca bersama pengikraran sumpah pemuda yang diketuai Sugondo Djojopuspito itu. 
Inilah isi kongres pada tanggal 28 Oktober 1928:





Hebat sekali!  Pengikraran yang takkan termakan oleh masa….
           SEMANGAT PEMUDA-PEMUDI INDONESIA!!!!!



referensi:
 

Jumat, 24 Oktober 2014

DENGARKAN PENJELASANKU

(2) SUDAH JELAS

     Rama masih menatap gadis didepannya dengan lekat. Kemudian ia menutup matanya untuk beberapa detik, menghirup nafas dan menghembuskannya perlahan. Ia harus membuat Ezy percaya apa yang sebenarnya terjadi padanya dua tahun yang lalu. Gadis itu diam menatap kaki kecilnya yang saat ini berusaha untuk pergi meninggalkan laki-laki yang mencengkram erat lengannya. Namun, entah mengapa ada sesuatu yang membuatnya diam hingga tak bisa untuk melangkahkannya.
     "Ayahku meninggalkan banyak hutang semenjak kepergiannya. Ibu dan aku baru tahu ketika  konglongmerat itu menagihnya. Dan kamu tau, ayah menjadikan aku sebagai jaminannya. Putri konglomerat itu menyukaiku, dan dialah salah satu alasan mengapa akulah yang menjadi jaminannya. Putrinya menginginkan aku untuk menjadi kekasihnya,,,,"
     "Dan kau mau begitu saja? bahkan meninggalkan aku yang sedang rapuh? dan jika begitu mengapa kau kembali?" Ezy mendongakkan kepalanya. memberanikan mata coklatnya menatap langsung pada pemilik tatapan tajam itu. Tatapan Rama melemah.
     "Semudah itukah aku melupakanmu yang sangat aku cinta. Seandainya aku mempunyai segunung uang dan tak kulihat tangisan ibu saat itu, aku akan tetap disini bersamamu. Namun sungguh uang membuat cintaku hancur Ezy," Rama melepas lengan Ezy yang digenggamnya sedari tadi.
     "Zy, bisakah kau mempercayai ucapanku? sampai detik ini pun aku masih sangat mencintaimu. Tatap aku!" Rama menarik kembali lengan gadis itu. Namun Ezy memalingkan wajahnya menatap pada jendela yang memperlihatkan birunya langit. Itu tidak mungkin Ezy lakukan. Karena ia tau tatapan Rama akan membuatnya luluh begitu saja.
     "Zy!!" laki-laki berambut agak pirang itu mengangkat paksa dagu gadis didepannya yang masih memalingkan wajah. Berhasil ia membuat Ezy menatap mata hitamnya. Ia mulai melanjutkan ucapannya.
     "Percayalah padaku Zy. Penjelasan yang ku jelaskan tadi adalah kenyataan. Hatiku benar-benar sakit. Dua tahun aku harus meninggalkanmu demi putri konglongmerat itu. Namun tak sedikit pun rasaku padamu meluruh. Mungkin memang, saat ini putri konglomerat itu masih mencintaiku dan tetap memaksaku untuk menjadi kekasihnya. Aku sudah tak tahan Zy dengan kehidupanku yang membuatku jauh darimu."
     Kali ini Ezy menatap lembut pada Rama. Ia melihat kepediahan dalam kornea hitam laki-laki yang dulu pernah menjadi kekasihnya. Ezy menghirup nafas dalam-dalam, "Sebenarnya sulit untukku mempercayai semua yang kau jelaskan. Namun tatapanmu itu membuatku yakin. Ram, bagaimana keadaanmu sekarang? ibumu bagaimana jika kau kembali padaku?."
     "Ibu sudah tau tentang perasaaku padamu. Dan aku tidak peduli dengan perasaan putri konglomerat yang hanya mengandalkan uang untuk mendapatkan cinta. Kamu tenang saja aku sekarang sudah mendapat pekerjaan tetap. Tidakkah kau melihat kamera yang mengalungi leherku?" Rama tersenyum tulus.
     "Anggap saja putri konglomerat itu adalah tembok tipis yang berusaha untuk memisahkan kita. Namun tak berhasil," Rama melanjutkan perkataannya yang terputus dengan sebuah senyuman. "Masih bolehkah aku mengacak-ngacak rambut jelekmu Zy?."
     Ezy mundur beberapa langkah setelah mendengar permintaan Rama, cemberut. Ia pun mengernyitkan dahi, menantang. Rama tersenyum geli melihat ekspresi Ezy, akhirnya tangannya berhasil menggapai rambut Ezy dan mengacak-ngacaknya. Sampai detik ini Rama tak pernah lupa, dulu hampir setiap hari ia mengacak rambut gadis itu. Sedangkan si Ezy...
     "Apaan sih. Sini kamu!" Ezy menarik hidung mancung laki-laki itu tanpa ampun.
     "Auu, sakit!," keluh Rama.
     Ezy menjulurkan lidahnya. Entahlah ia merasa lebih tenang saat Rama mengacak-ngacak rambutnya. Ia memang menyukai tindakan itu, dan Rama juga sering melakukannya dulu. Ah sudahlah, penjelasan dan sikap Rama saat ini sudah menjelaskan semuanya. Ia percaya. Sebuah penjelasan memang untuk didengarkan karena dengan mendengarkannya kita mampu memahaminya dan mengetahui bahwa apa yang kita sangka tak selamanya seperti yang orang lain kira.

DENGARKAN PENJELASANKU

(1) DIA KEMBALI...


      Brukk!!, Ezy membanting buku keatas meja belajarnya. Wajah laki-laki itu sungguh menyebalkan. Sekali lagi laki-laki itu berani menghampirinya besok, Ezy sudah siap untuk memberikan jurus tinjunya. Ezy menghempaskan badannya, genggaman tangannya menguat. Perasaan marah masih menguasai dirinya. Gadis dengan rambut layaknya laki-laki itu kembali membenarkan posisinya, tatapan lurus pada atap putih diatasnya.
     "Cowok brengsek!," tangannya kembali menggumpal dengan kuat. Lalu ia membanting bantal disampingnya hingga terkena kaca yang terlihat pasrah digantung diatas tembok.
     Seandainya Miss Sahna tak memberiku  tugas untuk menyelesaikan editan, aku tak akan bertemu dengan fotografer songong itu. Wajah boleh tampan, kerja boleh oke. Tapi mengapa harus dengan dia?. Dia yang telah lama ku coba untuk ku lupakan. Tatapan mata yang tajam itu masih sanggup membuat hatiku berdesir. Ah, tidak cukupkah aku merubah penampilan layaknya laki-laki?. Aku benci dia, tapi kenapa hatiku tak menerimanya?.
     Ezy memalingkan wajahnya pada hasil potretan di dinding dekat lemari gantungnya. Fikirannya masih merombak segenap rasa masa lalunya. Memori-memori yang hilang kini kembali tanpa adanya surat undangan. Ia bangun dan berjalan keluar dari kamar menuju ruang kecil bertirai abu-abu tua. Tempat dimana Rama menyatakannya perasaannya dulu dan tempat dimana Rama memutuskan hubungan dengannya demi cewek lain. Tangannya menyentuh kertas lusuh yang kini hampir melapuk. RAMA dan EZY.
      Besok ia akan bertemu dengan Rama.
      "Ezy," suara itu?. Wajah itu mengapa tiba-tiba muncul dihadapannya. Sekarang?, bukannya pertemuan mereka akan berlangsung besok?.
      "Ada perlu apa kamu kesini? Keluar Rama!," Ezy mendorong tubuh Rama. Sedang laki-laki berdagu lancip itu hanya diam tak bergerak. Tatapan matanya yang tajamnya membidik tepat pada wajah gadis didepannya.
      "Maafkan aku, mungkin aku yang telah membuatmu menjadi seperti ini."
Diam, tak ada suara setelah Rama mengucapkan permintaan maafnya. Mereka masih berdiri kaku. Ezy mendongakkan kepalanya, tangan mengepal.
      "Pukul saja!." Ezy melonggarkan genggamannya. Ia membalas tatapan laki-laki itu.
       "Aku meninggalkanmu karena aku memiliki alasan Zy, itu bukan kehendakku," Rama berhenti melanjutkan ucapannya. Ezy membuang muka, ia tak butuh alasan Rama. Namun, "Meskipun kamu nggak mau dengarin pejelasanku, aku akan tetap memaksamu untuk mendengarkannya."

??? bersambung....

Kamis, 23 Oktober 2014

MEMORI



NARSIS
          Suatu hal yang sering kita lakukan. Terutama bagi para cewek, karena sebagian besar dari mereka, sering crak crik gitu. Tidak terkecuali dengan si Ulya Potter. Entahlah narsis itu menjadi hobi atau bukan, tapi setiap ada momen-momen yang penting pasti akan diabadikan dalam sebuah foto atau video. Meskipun terkadang ada temen-temen yang bilang “Cah narsis!”. I don’t care. Karena buat aku pribadi, foto akan menjadi sebuah kenangan. Yang pastinya takkan terlupakan. Dengan berfoto kita juga bisa mengingat kejadian-kejadian yang mungkin terkubur dalam memori kita. Dan itu takkan termakan oleh masa….




ANGKATAN KE-6 di SMAIT MISYKAT AL-ANWAR
Acara wisuda, yang mana merupakan acara  perpisahan angkatan kita. Jadi inget KPK Genetik J. Miss you all….





Wah, momentum ketika berkunjung kerumah kepala sekolah, Pak Faqih. Waktu itu golongan kita mempunyai sebuah masalah yang menggemparkan para pihak sekolah. Dan syukurlah akhirnya masalah itu bisa teratasi.



Foto ini diambil di pantai Parangtritis. Saat itu aku masih duduk di kelas XI. Aku perkenalkan, ini adalah SIXSTAR. Dibilang geng nggak juga sih,  tapi inilah kita kumpulan cewek dengan karakter yang berbeda. Lophe you kakak-kakak….
Rifa, Tata, Risa, Umi, Ulya, Rima.






Japan Club.. habis nge-dance jepang langsung ambil posisi buat foto bareng. Jadi kangen Sensei….
 Tau nggak belajar ngedance ternyata susah juga. Apalagi menjaga kekompakan.





 

Nah kalau foto yang satu ini diambil saat aku, Titi dan Nela ikut tes SBMPTN di Universitas Brawijaya…
                                                                                       


SCIENCE CLASS
with Miss Lilik



 



Hai sahabat LSdP. Narsis di makam sastrawan dan penyair di Imogiri, Jogja.  Walau hanya tiga hari tapi sangat berarti..







 


Wah, kenangan yang takkan terlupakan. Sandalku putus!... ckckckck. Tragedi naik kebukit makam sastrawan dan penyair di Imogiri. Eits ada si Layla tuh?@$
                                                                                                 

 
      SEVEN ICON
Ceritanya baru dapet rejeki. Tiba-tiba ada orang baik yang membawa dua karung jilbab ke Qaryah Toyyibah. Terimakasih
..                                             


          



                                                    
Habis panas-panasan shooting, langsung narsis… KBQT FRIENDS








FLC FAMILY
                    Satu hal tentang lagi, tiga bulan yang lalu aku ikut kursus  B.Inggris nama kursusannya adalah FLC   ( Foreign Laguange Cottage). Saat mengikuti kursusan ini, aku sungguh merasakan adanya keluarga baru.  Kebersamaan yang indah dan menyenangkan.
            
                                          



    For the last, I just want to say…
“Sebuah foto akan mengingatkan kita pada sebuah kenangan masa lalu. Karena mungkin suatu yang telah terjadi takkan pernah terjadi kembali. The past is beautiful memories….”

 (ULYA-POTTER)





Senin, 20 Oktober 2014

PRESIDEN BARU


**Presiden dan Masyarakat**




Hai Sahabat Blogger,, hari ini tepatnya tanggal 20 Oktober 2014, presiden baru kita Joko Widodo sudah dilantik secara resmi. Wah dengan begitu bakal ada wajah baru di dunia politik kita. Pemimpin negara baru, semoga apa yang presiden baru kita rencanakan bisa terlaksana. Agar janji-janji yang pernah di sampaikan didepan semua masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi janji kosong. Kita sebagai penduduk Indonesia juga harus mendukung dan ikut serta dalam perencanaannya. Karena tanpa masyarakat, janji dan rencana yang pernah presiden sampaikan didepan umum takkan berjalan dengan sempurna.  Hidup Indonesia…..

IndonesiaKU Indonesia KITA  

Jumat, 10 Oktober 2014

POEM


BUKAN BIDADARI

Merelakan semua yang aku miliki
mengalirkannya melintasi arus sungai yang menggerigi
kata-kata itu membuat hati ini terkrenasi
menahan gigitan kalajengking yang mulai menyakiti

Aku memang bukan bidadari
yang memiliki senyum manis semanis sari roti
namun aku tetap memiliki hati
yang masih menyerap sari pati

Beribu kali aku mendengar; berkali-kali
gelombang logitudinal itu semakin menguliti
aku mendengar, aku mengetahui
Tuhan pun juga mengetahui

Pantaskah aku mendoktrinasi?
padahal Tuhan pemilik raga ini
aku tak mau membalas duri dengan duri
biarlah ranting kecil menjadi mahkota indah saat pagi menghampiri

Jombang, 20 Maret 2014