Pages

Rabu, 07 Januari 2015

GALAU



Penyakit Galau sering kali menimpa semua kalangan, lebih-lebih kalangan para remaja. Raut memelas dan terlihat sedih itu adalah sebuah ekspresi yang biasanya mereka tampakkan. Dan kebiasaan lainnya adalah memutar lagu-lagu galau atau ng-update status di media social.  Adapula yang lebih ekstrem, dengan keadaan galaunya itu, mereka akan lebih suka menyendiri atau bahkan bunuh diri. Na’udzubillah,,,,…
Sebab musibatnya galau adalah berasal dari diri sendiri. Adanya diri yang merasa masalah yang menimpanya itu sangat berat atau bahkan merasa tak dapat melakukan apa-apa untuk mengatasi masalah tersebut.
Pada kalangan remaja, rasa galau itu biasa muncul kebanyakan dari masalah percintaannya. Berawal dari kata patah hati yang kemudian akan berujung pada sebuah ekspresi muka sedih dan hati yang sedang mencamuk. Dan akhirnya akan terlontarlah kata “AKU SEDANG GALAU”
Galau! Jika galau apa yang akan kalian lakukan? Hanya merengung durja sambil memeluk guling kesayangan? Atau hanya sekedar nulis status?
Kalau boleh aku saranin, mending kita ambil wudlu dan bacalah Al-qur’an. Lebih bermanfaat bukan? Apalagi Al-qu’an memang adalah obat segala penyakit. Termasuk penyakit galau ini. Insya’Allah, perasaan kita akan terasa lebih tenang. :)  

%- Keep Smile -% 

Senin, 05 Januari 2015

CORETAN FW



        Apapun itu, yang aku tau dia membuatku tak mengerti untuk yang kesekian kalinya. Dia benar-benar membuatku bingung. Aku benci jika harus menjadi seorang yang penuh rasa penasaran. Karena itu akan membuatku berfikiran yang tidak-tidak. Bahkan terkadang membuatku menutar-mutar otak sendiri dan membayangkan hal yang negative. Arrggthh,,, atau jangan-jangan ia mencoba untuk mencuri hatiku yang baru saja diperban.  Stop! Apa-apaan ini. Sangat konyol sekali, bangaimana itu akan terjadi? Aku tak mengerti!
        “Lapar,,” Aku rasa mengisi perut kosong lebih baik dari pada mengisi fikiran dengan hal yang negative.
        Ya! Segelas air dengan semangkok soto ayam akhirnya dapat membuat fikiran itu terbang menghilang mengikuti hembusan sang  angin.
NB : *hanya sebuah coretan – forum Freedom Writers.. – sedikit revisi.
     * menikmati soto di pertigaan jalan.. Hmm yummy..
Tuesday, 06 January 2015

Selasa, 23 Desember 2014

MY NOTES

AKU DAN KENANGAN


***

Lagi-lagi yang kulihat terekam didalam otak. Aku ingin menghapusnya, tapi ternyata, otak itu lebih cepat menyimpannya. Mungkin saat ini yang ingin aku hapus akan hilang, namun sebenarnya itu takkan terhapus. Ia akan kembali lagi ketika aku mengalami suatu hal yang hampir sama dengan peristiwa itu. Seandainya aku bisa seperti  Dumbledore, yang bisa mengambil sebagian memori yang tak ingin ia ingat. Pasti akan aku lakukan juga. 

Tapi kali ini aku berfikir ulang kembali… 

Seandainya, aku bisa menghapus peristiwa yang tersimpan dibawah alam sadarku. Mungkin, aku bertanya-tanya atau mungkin aku akan merasa kebingungan untuk mengatasi masalah yang hampir sama dengan masalah yang aku hadapi saat itu. Terus aku takkan bisa mengoreksi diri?  Ya, sesuatu yang terjadi dimasa lalu itu adalah pembelajaran bagiku. Menyesalinya, mungkin iya. Tapi, cobalah untuk berusaha memperbaikinya. 

***
Dan hal itu benar-benar terjadi. Terimakasih,, seandainya aku benar-benar menghapusnya aku takkan tau apa yang harus aku perbaiki dari hidupku ini....


#Just--Notes

Senin, 24 November 2014

Happy Teacher's Day


Minggu, 23 November 2014

CERITA ANAK




APEL MERAH 

Satu apel merah jatuh dari pohonnya.  Ia sempat meringis karena kesakitan. Beberapa temannya yang masih bergelantungan di pohonnya, menertawakannya. Si Apel merah itu hanya diam membiarkan mereka tertawa. Dalam diamnya, Si apel merah terlihat kesal dengan perlakuan temannya. Dengan wajah cemberut ia meggoyang-goyangkan tubuhnya hingga sampai di batang pohon apel yang berdiri tegak disampingnya. Ia tetap menggerutu.
“Kenapa aku harus jatuh sekarang? Padahal aku masih ingin menikmati terik hangat matahari diatas sana,” gerutunya sambil melihat kearah teman-temannya.
 Dua hari berlalu. Si apel merah masih berada disamping batang pohon apel yang besar. Tiba-tiba segerombolan burung kacer dari arah utara. Mereka mendekati pohon apel dan mulai mematuki apel-apel merah yang bergelatungan. Apel-apel merah itu berteriak kesakitan.
Apel merah yang jatuh itu kini sadar. Ternyata ada hikmahnya dia jatuh terlebih dahulu. Karena dia terjatuh, maka burung-burung Kacer itu tak dapat mematuki tubuhnya.

Ada hikmah dibalik semua yang terjadi pada kita…

Salatiga, 24 November 2014

Kamis, 13 November 2014

SS - 237



Selembar Daun Talas

Selembar daun talas
ku tulis namamu disana
karena air takkan berani menghapusnya
atau bahkan merusaknya

Selembar daun talas
ku tulis pula sebuah pertanyaan;
bagaimana kabar gerangan?
masihkah rasa tersamakan?

Selembar daun talas
adalah sebuah lambang kerinduanku
terombang dalam aliran pilu
karena lama tak berjumpa denganmu

Selembar daun talas
ku alirkan di sungai ciamis
agar perasaan tak pernah habis
walau waktu terus terkikis


Kalibening, 05 November 2014